bagaikan cangkir

Manusia itu bagaikan gelas. Ketika gelas sudah dipenuhi oleh hal-hal tidak penting, hal-hal penting yang dimasukkan ke dalam gelas tidak akan bisa masuk. Tumpah keluar, tidak ada ruang yang tersisa.

Keterbatasan memang sudah jadi fitrah manusia. Itulah mengapa kemampuan menyeleksi menjadi penting. What’s matter is to know what’s matter. Ada siklus yang tidak pernah berhenti: Yang lama akan digantikan dengan yang baru. Yang baru lambat laun akan menjadi yang lama. Demikian seterusnya.

Belajar merelakan sesuatu pergi mungkin proses yang kurang menyenangkan. Tapi ketika sesuatu tersebut pergi, kita menciptakan ruang kosong. Kabar baiknya, ruang kosong tersebut memungkinkan untuk sesuatu yang lebih baik masuk.

setelah saya “melepaskan” satu dus pakaian yang saya rasa tidak saya perlukan lagi dari lemari. Saya rasa saya akan melakukannya lagi, kedalam berbagai aspek dalam hidup saya. It starts by letting go.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s