hidup itu indah dengan mood indah

“Aku lagi ndak mood neh”, ucapan yang jelas tak ingin Anda dengar dari pasangan saat mengajaknya bercinta. Banyak pria mengeluhkan pasangan mereka yang sering menolak. Cobalah untuk mengerti pasangan anda, dan tak ada salahnya mengetahui kapankah pasangan anda mengalami it.

1.Setelah Pertengkaran
Konsep make-up sex bukanlah sebuah mitos. Berdebat sengit dengan kekasih kadang membuat Anda sangat marah membuat darah Anda naik, detak jantung berdetak cepat. Dan saat Anda berdua telah melepaskan semua beban yang mengganjal dada Anda, tak ada hal yang lebih baik selain meredakan amarah dengan merangkulnya, menciuminya penuh gairah dan biarkan emosi Anda yang do the rest. Mungkin kelakukan Anda membuatnya tak nyaman bahkan membuatnya menangis, it’s ok. Beri dia waktu menenangkan diri, hapus air matanya dan bercintalah dengannya.

2. Suasana Bahagia
Seperti halnya kemarahan dan kesedihan, kebahagiaan yang berlebihan juga membuat wanita merasa ‘mood’ untuk bercinta. Saat pasangan mendapat pekerjaan baru, dapat promosi di kantornya, lulus dengan predikat terbaik, mengetahui bakal mendapat momongan, apapun bentuk kebahagiaan tersebut, wanita memiliki gairah dan semangat positif yang berlebihan. So kenapa tak mencoba menggunakan gairah tersebut untuk mengajaknya bercinta.

3. Stress
Stress. Memang bukan hal biasa untuk bercinta, stress selalu dianggap meningkatkan tekanan emosi sampai ke tingkat extrem. Disisi lain stres akan meningkatkan libido wanita. Tak ada salahnya anda mencoba memberikan kehangatan untuk meredakan keteganganya yang dialaminya dan memanfaatkan naiknya intensitas libidonya. Seks juga meredakan sakit kepala yang dialami pasangan karena stress yang dideritanya.

4. Cemburu
Wanita selalu merasa terbakar jika mendengar kekasihnya bermain dengan wanita lain. Satu hal yang sering hinggap di benak pasangan anda adalah: dia selalu berpikir jika Anda adalah miliknya, bukan milik wanita lain. Jadikan apa yang ada dalam benaknya menjadi sebuah keyakinan jika memang Anda adalah miliknya. Jangan membuatnya bingung dan sakit, manfaatkan moment kecemburuan ini dengan melakukan hubungan cinta yang dasyat dengannya.

5. Saat ovulasi
Wanita sangat mudah horny saat berovulasi. So, kira-kira dua minggu dari datang bulan terakhirnya adalah saat yang tepat mengajaknya bercinta. Tapi bukan hal yang mudah jika pasangan anda termasuk dalam kategori datang bulan tak teratur.

6.Pesta
Wanita cenderung mudah horny dalam sebuah situasi romantis. Tak ada salahnya mengajaknya berdansa dengan musik-musik lembut, menuangkannya sedikit minuman memabukkan, dan mulai mencumbunya dengan penuh kelembutan. Dan biarkan dia mencair dalam pelukan anda.

7. Film sexy-romatis
Tak semua wanita menyukai fil=film panas, namun film-film dengan adegan yang dibintangi Brad Pitt atau Antonio Banderas bisa membuat mereka bergairah. So tak ada salahnya menyewa film romatis favorit mereka dan jangan pernah lewatkan malam-malam romantis dengan pasangan Anda.

8. Long-distance love
Cinta jarak jauh memiliki potensi besar untuk meningkatkan gairah kehidupan  Anda. Berpisah dengan pasangan beberapa hari atau bahkan beberapa minggu membuat Anda dan pasangan saling merindukan satu sama lain. Jarak hanya menghubungkan Anda via komunikasi telepon, so saat Anda dan pasangan bertemu luapan dan gairah cinta yang selama ini Anda pendam akan meledak dan bukan tak mungkin Anda akan mengalami percintaan yang benar- benar luar biasa.

9. Lama menyendiri
Semakin lama wanita tak melakukan, semakin menumpuk gairah . So jika anda menjalin hubungan dengan wanita yang telah lama hidup sendiri bisa dipastikan andalah yang akan menjadi oase dari kehausan  selama ini.

10. Kreatif
Jika pasangan Anda adalah pribadi yang kreatif, misalnya senang berkreasi di dapur, coba gunakan kesempatan ini untuk merayunya dan melakukan  yang berbeda dari  rutin anda. So lain waktu, saat dia sedang menyiapkan makan malam, menyelinaplah ke dapur dan cobalah sedikit ‘pre-dinner’.

Tak dapat disangkal, seiring dengan bertambahnya jumlah wanita bekerja ternyata penurunan gairah dalam bercinta juga kian berkembang menjadi ‘wabah‘. Bersikap ambisius dan selalu berorientasi sukses memang satu hal yang penting dalam hidup, untuk itu kita harus mempertahankan energi yang ada pada diri kita. Sayangnya, dalam perkembangannya kita jadi kehilangan sentuhan feminim, termasuk potensi sensual.
Bercinta juga besar peranannya dalam rangka meraih prestasi kehidupan, sama pentingnya dengan merawat kesehatan, melatih kebugaran dan menjaga bentuk tubuh. Mengapa bercinta tak boleh kalah bersaing dengan aktivitas tubuh lainnya? Inilah alasan-alasannya:
Bercinta = membangkitkan percaya diri
Bagi banyak wanita aktif, kerasnya persaingan di dunia kerja dan kesibukan rumah tangga dapat meruntuhkan kemampuan seksual. Nah, disinilah bercinta berfungsi untuk mengembalikan vitalitas. Tak hanya memacu kemampuan fisik, tetapi juga dari segi emosional. “Seks adalah penopang kehidupan. Seks memupuk sikap positif dalam melihat diri sendiri, termasuk tubuh dan daya pikat diri.“
Bercinta = memperbaiki cara pandang terhadap diri sendiri
Memelihara bentuk tubuh yang kencang, berisi, memang dapat membuat Anda merasa prima, bertenaga dan seksi. Tapi jika Anda melakukannya terlalu ekstrim juga dapat berakibat buruk. Mungkin Anda merasa bangga jika berhasil menurunkan bobot, atau berhasil mengecangkan bagian perut. Tapi cara pandang seperti ini bisa menurunkan hasrat seksual Anda. Lalu bagaimana cara kita agar lebih mencintai diri sendiri ? Milikilah kehidupan seksual yang menyenangkan.
Bercinta = membuat kehidupan asmara lebih indah
Ketika kita mengabaikan emosi, maka kita berubah menjadi kekasih yang tidak punya antusiasme. Jika hal ini berlangsung terus, maka anggapan bahwa seks sebagai sesuatu yang menyenangkan lambat laun akan memudar. Dan segera sesudahnya, seseorang bisa sama sekali tak mau melakukan hubungan. Sentuhan-sentuhan sensual yang ringan sebetulnya pelan-pelan dapat membantu terbentuknya hubungan yang tahan lama. Di lain pihak, lenyapnya hasrat seksual dapat memperburuk masalah-masalah hubungan yang sudah ada. Jika Anda menikahi seseorang, bisa saja banyak terjadi perbedaan pendapat. Namun saat Anda bercinta dengannya, semua masalah seolah terabaikan. Bercinta adalah sebuah cara untuk dekat dengan pasangan. Mengingatkan kembali alasan mengapa Anda berdua menikah. Maka, dengan sedikit perhatian dan upaya, hidup perkawinan Anda akan kembali berharga dan menggairahkan.
Bercinta = menghalau stres
Seperti halnya berolahraga, bercinta dapat menstimulir produksi hormon endorfin, yakni hormon yang bekerja untuk meringankan, bahkan menghilangkan rasa sakit. Bercinta juga dapat mempengaruhi perubahan mood, termasuk semangat berolahraga. Di tengah kesibukan mengurus rumah tangga maupun bekerja di kantor, mungkin tak ada hal yang lebih menyenangkan dan menyembuhkan selain sentuhan-sentuhan romantis. Tapi wanita yang pesimis menganggap hal itu mustahil dilakukan. Stres yang mereka alami mengakibatkan libido mereka menghilang. Menyediakan waktu untuk bercinta berarti melepaskan mood dari tekanan masalah keseharian. Tapi sekali saja seks dimengerti sebagai hal yang prioritas, maka hal itu akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan.
Bercinta = menjernihkan pikiran
Bercinta tak hanya pereda stres alami, melainkan juga menyegarkan pikiran dan merangsang kreatifitas. Ketika Anda mengalami orgasme, itu setara dengan hembusan angin yang menghalau semua pikiran buruk dari benak Anda.
Bercinta = meningkatkan kebahagiaan
Dari sebuah penelitian membuktikan, dari semua responden yang mengaku sangat bahagia, ternyata 72% di antaranya melakukan hubungan seksual paling tidak seminggu sekali. Bahkan 73% dari mereka mengakui jika seminggu saja tak bercinta, mereka akan menjadi amat tidak berbahagia. Jadi, cara apa lagi yang lebih hebat untuk mengembalikan kebahagiaan, selain bercinta ?
Bercinta = meningkatkan kualitas hidup
Wanita aktif yang bekerja terus-terusan, atau berlatih olahraga terus-terusan tidak akan memperoleh kebugaran tubuh yang sempurna. Berlatih terlalu keras akan berakibat negatif terhadap aktivitas seksual Anda, dan otomatis tidak akan punya energi lagi untuk menikmati sisi kehidupan lainnya termasuk it.
Bercinta = hal paling menyenangkan
Kita semua adalah mahluk seksual. Kita yakin bahwa it  selalu dapat memberi kesenangan, sekalipun bukan untuk tujuan membuahkan keturunan. Artinya, bercinta secara teratur sebenarnya merupakan bagian yang menyenangkan dari sebuah pola hidup perkawinan.

Bagaimana cara mengendalikan dan mengatasi rasa marah? Pada umumnya pria cenderung lebih cepat marah dan agresif dibandingkan wanita. Sifat ini disebabkan oleh pengaruh hormon testoteron terhadap proses perkembangan otak bayi lelaki sejak masih dalam kandungan.Penyebab lainnya yaitu faktor sosio-kultural. Beberapa kalangan masih menganggap kemarahan sebagai suatu hal yang negatif. Seseorang boleh saja mengekspresikan perasaan tegang dan tertekannya, kecuali marah. Akibatnya banyak yang tidak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa marah secara tepat.

Cara ini tidak mudah dilakukan, yaitu mengekpresikan rasa marah secara terbuka tanpa melakukan tindakan agresif (menyerang). Perlu belajar memahami apa yang sebenarnya anda inginkan tanpa menyakiti orang lain.

Penelitian lainnya juga menemukan bahwa faktor keluarga turut memegang peranan. Orang menjadi mudah marah, biasanya berasal dari keluarga korban perceraian, sering bertikai, membentak dan tidak cukup memiliki komunikasi emosional.

Apakah anda pemarah?

Rasa marah berperan penting karena merupakan komponen yang mematikan dari sindroma kepribadian tipe A. Kepribadian tipe A memiliki ciri yang sangat berbeda dengan tipe kepribadian B. Berikut adalah ciri-ciri kepribadian tipe A:

  1. Memiliki sifat selalu tergesa-gesa dalam menjalankan sesuatu
  2. Berbicara dengan cepat dan seringkali memotong pembicaraan orang lain
  3. Memiliki rasa bersaing tinggi bahkan dalam situasi non kompetitif
  4. Cenderung ingin berprestasi dan selalu bersikap waspada
  5. Mengambil sikap bermusuhan dan agresif

Jika ternyata kepribadian diatas cocok dengan anda, mulai saat ini anda sebaiknya untuk mengendalikan rasa marah anda. Berikut adalah tips untuk mengendalikan rasa marah:

Tetap berkepala dingin
Cara terbaik untuk mengatasi rasa marah adalah dengan mengetahui hal-hal yang memicunya dan mencegah agar faktor pemicu tersebut tidak sampai membuat seseorang kehilangan kontrol.

Bersikap rileks
Cara ini terlihat biasa, tetapi memiliki efek yang penting. Pada saat anda merasa ingin meledak, cobalah untuk menarik nafas dalam-dalam sebanyak dua atau tiga kali kemudian keluarkan secara perlahan-lahan. Ketika anda sedang menarik nafas dalam-dalam,ucapkan kata-kata “rileks” atau “tenang” secara perlahan.

Ubah cara berpikir
Dari pada anda memaki-maki dalam hati, “Huh, semuanya jadi kacau begini!” Cobalah untuk menggantinya dengan kalimat, “Kekacauan ini bukan akhir dari segalanya, kan? Percuma saja saya marah-marah, toh tidak akan menyelesaikan masalah.”

Komunikasi
Seorang yang biasanya marah, akan cepat sekali mengambil kesimpulan dan seringkali keliru. Jadi, langkah pertama yang perlu dilakukan dalam suasana memanas, cobalah tenangkan diri anda dan berpikir jernih. Pada saat yang bersamaan cobalah untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh lawan bicara anda dan pikirkan baik-baik sebelum menjawabnya.

Bercanda dan bercerita lucu
Mungkin anda kadang-kadang merasa jenuh atau kesepian selagi di tempat kerja. Bila hal ini terjadi, cobalah untuk bercanda dengan teman sebelah anda atau di depan anda. Becanda dan saling bertukar cerita lucu mampu meredakan ketegangan. Jika tidak memungkinkan, silahkan baca atau lihat gambar-gambar lucu dari buku maupun internet.

jauhkan rasa marah dekatkan dengan mood kita yg membuat adem hati kita.

bahagiakah hidup anda dengan ini semua?????????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s