Perjalanan Hidup

PERJALANAN MERUPAKAN AWAL PROSES UNTUK MENCAPAI SEBUAH KEINGINAN


Begiilah bila manusia sudah mengeluh tentang perjalanan hidupnya,sebab dalam kehidupannya sudah tidak ada lagi harapan dan cita-cita.Tetapi karena ada kemauan dan tekad dia berusaha mengubahnya menjadi sebuah semangat uantuk mengapai cita-citanya.Banyak sekali Permasalahan dalam hidup kita,mulai dari masalah yang kecil sampai masalah yang besar yang menghadang kita untukmencapai suatu masa depan.Jadi disinilah kemampuan manusia diuji jika tekadnya bulat dia pasti dapat mencapai cita-citanya tapi jika dia kurang semangat sampai tengah jalan pasti sudah Bubar.
Mencapai cita-cita yang Tertinggi
Seorang tukang cat bangunan hendak memulai tugasnya mengecat dinding bahagian luar bangunan pencakar langit berlantai 100. dari nol meter ia mulai mengecat. untuk mengecat lantai pertama ia cukup berdiri di tanah. satu dua meter ia masih cukup terjangkau setelah itu ia berpijak di atas sebuah kursi. bekerja dengan ketinggian tiga, empat dan lima meter adalah hal biasa, tiada masalah dan tidak ada yang perlu di takutkan.Dari sebuah kursi ia mengganti pijakan sebuah meja, semakin tinggi lagi diatas meja ditindih dengan kursi, kemudian meja ditumpuk dan selanjutnya. hari kedua untuk lantai yang kedua sekedar meja dan kursi sudah tidak efektif lalu dia putar otak dan mengganti dengan sebuah tangga kayu, sejenak ia berpikir kalau-kalau saya jatuh mungkin kakiku akan terkilir.
Manusia dalam mencapai cita-citanya sering hanya mengandalkan kemampuannya , syukur-syukur tidak menghalalkan segala cara. kita akan menapaki cita-cita, keinginan kita satu demi satu dengan semua akal, semua kemampuan kita entah itu kepintaran, entah itu kecantikan dan ketampanan kita, kekuatan kita, relasi-relasi kita, nama besar keluarga kita. atau para penguasa akan mewujudkan cita-citanya dengan power yang ia miliki. para politikus menghalalkan segala cara termasuk suap menyuap. tetapi religiositas seorang tukang cat menyadarkan kita bahwa semua kemampuan kita hanya mampu mewujudkan sebagian kecil dari cita-cita kita, lumayan kalau yang terwujud itu adalah sesuatu yang benar, bukan dosa. tetapi kalau kita ingin mewujudkan cita-cita kita yang tertinggi sesungguhnya kita kita harus
” DITARIK DARI ATAS OLEH TUHAN”

dan ketika itu terjadi satu-satunya harapan dan tumpuan hidup kita hanya pada Tuhan. karena tidak terbayangkan apa jadinya kalau Tuhan melepaskan kita, dan selanjutnya terlempar entah kelembah mana. setiap langkah hidup kita, setiap tingkat hidup kita harus semakin menyadarkan kita akan penyelenggaraan Tuhan. semakin kita berkembang artinya semakin kita ditarik oleh Tuhan bukan Karena kuatnya kita. untuk mencapai lantai keseratus cita-cita yang tertinggi tiada jalan kecuali ditarik dan diangkat oleh Tuhan. amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s