TULUS

Wahai para pembaca Yth,
mungkin dirimu pernah merasakan bagaimana mencintai seseorang yang paling engkau cintai dan seseorang itu setia menemani sampai detik ini suka mau pun duka. kalau kita pikir-pikir aneh juga sebenarnya, dengan cinta kita bisa melakukan apa saja asal orang yang kita cintai merasa bahagia. memang cinta memberikan nuansa keindahan serta mewarnai hidup yang begitu abstrak, tanpa cinta, Tuhan pun tidak akan menciptakan alam dengan segala isinya.
aku teringat perkataan seorang bijak yang pernah ku dengar dan ia mengatakan “cinta bagaikan pisau yang tajam, bisa melukai dan bisa bermanfaat.” maksudnya adalah bahwa cinta bisa bermanfaat untuk sang pencinta dan yang dicintai, tetapi juga sebaliknya bisa membuat kemudaratan, tergantung niat sang pencinta.
niat adalah sangat penting dalam menentukan pilihan-pilihan hidup, sampai kepada yang namanya cinta. cinta yang tidak dibarengi dengan niat yang tulus dan keikhlasan akan merusak makna cinta itu sendiri. di dalam kitab Hadist, Nabi Muhammad saw memberikan wejangan kepada para sahabatnya: “sesungguhnya perbuatan yang kita lakukan tergantung pada niatnya…….(H.R Bukhari Muslim).”
cinta dengan ketulusan akan berdampak lain dalam hidup kita, minimal memberikan pelajaran kepada diri sendiri bagaimana mencintai seseorang dengan ketulusan. berbeda dengan perasaan cinta yang mempunyai motivasi-motivasi tertentu. ketika telah dapat apa yang kita inginkan dari yang kita cintai, perasaan cinta itu akan berkembang dan berbunga lagi, tetapi layu dan menjadi setangaki bunga yang tidak dihargai dan terlemparkan dari keindahan dan warna anggun bunga cinta.
cinta dengan ketulusan akan memberikan keindahan hidup dan terus berbunga takkan layu, walau diterpa panas yang begitu panjang. dia akan terus bersemi dan bersemi, mewarnai kegersangan hidup, tersirami oleh air ketulusan cinta, sampai cinta itu diambil oleh pemilik-Nya.
beruntunglah bagi siapa saja yang mencintai dan dicintai dengan ketulusan, dengan begitu cinta yang telah engkau bangun akan tetap terpelihara dan terjaga dari kelayuan cinta. bagi mereka yang hanya mengatas-namakan cinta dalam motivasi-motivasi tertentu, bersiap-siaplah bangunan cinta yang telah dibangun akan rapuh dan mengubur dirimu sendiri.
marilah kita berbalik melihat ke dalam diri kita masing-masing, apakah cinta yang sedang kita bangun saat ini hanyalah terisi dari bahan-bahan yang tidak berkualitas? apakah pondasi cinta yang dibangun berdasarkan ketulusan cinta? kalau belum, mulai detik ini perbaharui niat dalam diri, dan melangkah untuk meraih cinta yang sebenarnya cinta.
WAHAI PARA PEMBACA Yth,
bagi yang telah membangun naluri cinta yang begitu tulus, pertahankan ketulusan itu. terus sirami cinta dengan saling berbagi, penuh pengorbanan, perjuangan, selalu respek, terus saling memberikan perhatian dan kasih-sayang, saling terbuka satu sama lain, dan lain sebagainya. sehingga cinta itu memberikan kedamaian, keindahan, keberduaan, keharmonian, sampai cinta itu kembali kepada pemilik-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s