SOLUSI PACARAN JARAK JAUH” Gue Ma Bokin Gue “

Berikut ini adalah tulisan yang benar-benar saya tuliskan sendiri untuk kekasih yang jauh di mata pada saat usia hubungan kami menjelang 1 bulan hehe…:)… Sebuah pemikiran dan perenungan serta pandangan filosofis ~ agak maksa memang dibilang seperti itu ~ tentang segenap point-point penting dalam mempertahankan hubungan kami yang terbatas oleh jarak dan waktu untuk bertemu antara LAMPUNG-PURWOKERTO 24 jam perjalan dengan PO.MUNCUL or SINAR JAYA kenangan kami…hehehe…:) ….

Hasilnya? Sampai saat ini kami masih seperti sepasang pasangan baru yang baru saja pacaran, walau saat tulisan ini ditulis baru saja menginjak ke bulan yang ke tiga apa ya nda. Tapi, semoga saja berlanjut dan bisa berguna juga buat Anda.

bunda, beberapa hari lalu, di sela-sela waktu yang bisa dicuri pas mempersiapkan keberangkatan untuk ke JKT, ayah nyari di internet tentang bahan-bahan yang bisa dijadikan acuan untuk mempertahankan hubungan kita. Ternyata, ada banyak bahan yang kemudian bisa  ayah rangkum untuk kita berdua serta  Dtambahin dikit-dikit gitu (^^^). Mudahan ini bisa dijadikan acuan or minimal sih kutipan, jaga-jaga saja kalau ada tambahan dari bunda besok2, maka tambah saja dengan mengirimkan ~ mestinya sih pake email, cos kalo lewat HP kemahalan ~ surat punya nda ke alamat ayah. Soalnya kalo lewat sms, wah kepanjangan yæñg he,,
Oke, sekarang kita mulai saja yah, tarik nafas, buang, tarik, buang, aduh … kayak jadi dokter melahirkan

  1. Saling percaya, keterbukaan dan komunikasi
    Kalau ini memang mesti di pegang bak anak kecil megang permen yæñg. Gak ada rumusnya kalau ini sudah hilang, sudah pasti tanpa point ini hubungan kita bakal mati perlahan dengan suksesnya. Bayangkan saja kalau tanpa adanya kepercayaan, pas aku kirim sms ke kamu dan tidak langsung di balas, tanpa kepercayaan mungkin ayh bakal mikir nda lagi jalan sama cowo mda,emang lagi jalan sama cowo, sama Vitra he,,~ lain ke arah warnet. Selain gak bisa langgeng, kita berdua gak bakal bisa menikmati hubungan kalau seperti itu,,klo ayah ga percayaan. Tentu saja saling percaya itu tidak muncul begitu saja, karena itu adalah proses yang dilahirkan dari keterbukaan dan komunikasi yang intent, yang kita lakukan bukan karena kewajiban tapi merupakan sebuah kebutuhan.
  2. Sabar, tapi jangan biarkan ketidaknyamanan
    Sabar itu boleh, tapi sabar memang ada batasnya. Sebagai contoh; Kalau ayah kelamaan balas sms bunda kiyara, lalu timbul rasa tidak nyaman pada diri nda, jangan diam saja dan bersabar terus. Karena suatu masa mungkin rasa tidak nyaman itu bisa nda lemparkan ke orang lain, mungkin saja dengan teman kampus yang bisa membalas sms dengan cepat. Alih-alih mendapat teman curhat, eh… nda malah dapatkan ~syukur-syukur bukan lawan jenis~ sahabat dekat he,, Jadi kalau aku tidak balas sms dengan cepat, tanya dan kalau memang perlu, marahi saja ayah. Jangan biarkan ketidaknyamanan membuat kita jadi memendam hal tersebut dan berpotensi untuk menjadi bom waktu yang mematikan.
  3. Jangan selalu menunggu untuk dihubungi, tunjukkan kepedulian
    Berkaitan dengan nomor 2 ini yæñg, dan sangat penting juga menurut ayah. Ada kaitan juga sama kata gengsi. Kalau memang kangen janganlah kita berdua merasa gengsi untuk memulai, siapa tahu memang saat itu aku lagi sibuk ngelihat program komputer, atau mungkin nda yang lagi sibuk untuk mengurus kulyah. Kalau memang tidak bisa telpon ~di jam sibuk atau gak yakin lagi free~ sms lah dengan kata-kata singkat semisal “Lagi ngapain sayang “ atau mungkin “sayang, lagi selingkuh yah … “ Sadis he,, Bagi ayah pribadi, perhatian seperti itu benar-benar menyenangkan dan menambah kadar hormon kerinduan dan menambah banyak lagi sel cinta yang bisa di replikasi lebih banyak, tapi dengan kadar yang tidak akan merusak seperti virus dan terkontrol hanya untuk … *halah* he,,
  4. Selalu berhubungan setiap saat
    Sudah ada telpon, sms dll. Ini sendiri merupakan tujuan dari nomor 2 dan 3 yang akan menghasilkan efek selalu merasa dekat buat kita berdua. Memang seperti kata-kata artikel kemarin, “Hubungan kita ini tidak enak di mata”, karena memang jauh. Tapi bukan berarti kita harus menyerah, jadi, kita jadikan saja batas dan penyekat ini sebagai pemicu rasa yang ada. Karena ada sisi positifnya, kita gak cepat bosan kan he,, Cuma memang rumusan dari berhubungan setiap saat ini harus secara hati-hati di lakukan, jangan sampai; sebagai contoh, nda merasa ayah selalu merongrong dengan sms dan telponhehehe,,,,. Bukankah yang berlebihan itu memang tidak baik? Selain itu dari hal-hal remeh seperti ini kita bisa saling menyelami ~emang kolam~ karakter masing-masing.
  5. Kita punya teman dan saudara
    Cari aktifitas lain bersama adek, ibu, bapa, atau teman-teman yang lain akan lebih baik bagi kita, dengan sebuah aktifitas yang lebih menyenangkan. Sehingga kegiatan tersebut bisa membunuh sedikit rasa rindu yang hadir ~mungkin~ di saat yang tidak tepat, dibandingkan tidak mau turun dari tempat tidur sambil membuang berliter air mata yang membuat bantal basah sampe lumutan ha,,
  6. Jangan memulai untuk merusak hubungan
    Maksud ayah disini adalah,diantara  jangan memulai tindakan yang dapat mempersingkat hubungan. Kalau memang tidak ingin pasangan berselingkuh, jangan berselingkuh or belajar curhat ke temen lawan jenis or yg biasa via hubungan maya! Sama seperti halnya anggapan untuk mendapatkan cinta, maka kita juga harus mencintai. Pada awal hubungan kita, mungkin tidak akan terpikir kalimat awal point nomor 6 ini. Tapi dengan berjalannya waktu dan dengan semakin banyak persoalan, bisa jadi pernyataan sederhana yang kita tertawakan tersebut akan menjadi sebuah pernyataan yang sangat serius!
  7. Buat kejutan
    Mengirimkan uang 1 juta ke rekening ayah or bunda adalah salah satu kejutan hahahahaha heehe… Atau mengirimkan MMS or VIDEO dengan pose nda yang paling antik and juga bisa menjadi penghibur buat ayah yæñg (^-^) Yang paling sederhana bisa berupa sms cinta di waktu yang tidak biasa, atau mungkin setangkai mawar yang dikirimkan lewat sms ohaaha, atau mungkin kunjungan tiba-tiba ke sni. Segala kejutan bisa menjadikan hubungan kita menjadi segar dan lebih bermakna.
  8. TUHAN … TUHAN … dan TUHAN ….
    Sengaja diletakkan di nomor terakhir, soalnya biar bisa lebih lengket di kepala kita berdua. Biar kita bilang bahwa “anak2 kita akan menetas setelah 1 or 2 tahun pernikahan kitahehehehe”, kalau TUHAN bilang besok ayah di panggil pulang? Apa bisa di kata. Karena itu selain usaha maksimal berupa pilihan yang benar berdasarkan aturan sorgawi dan bukan duniawi, kita juga harus menyertakan TUHAN dalam setiap langkah kita, selain sebuah hikmat agar selain mampu menerima kemenangan hubungan kita, kita juga harus bisa menerima kekalahan yang paling sakit sekalipun.

Sudah 8 point utama untuk kita nda. Sebuah komitmen memang harus dibuat dan ini sebenarnya adalah hal utama lainnya, tapi menurutkan dengan dijalankannya point diatas, secara sendirinya akan melahirkan sebuah komitmen bagi kita yang kukuh.

ayah mencintai diri bunda teryæñg …ter..ter..ter…hehe……..:*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s