Rendah hati versus tinggi hati

Sobat pembaca pasti mengenal kerendahan hati.Orang yang rendah hati,memancarkan sifat yang tenang dan percaya diri,percaya atau tidak justru Orang yang rendah hatilah yang mudah menapaki jenjang kepemimpinan,tidak usah jauh2 mari kita lihat sosok Pangeran Diponegoro atau Jenderal Sudirman(pahlawan favorit saya).Dua sosok ini tidak banyak boasting(sombong),tetapi lebih banyak bertindak.Mereka sangat loyal dan percaya diri menjalankan kewajiban2nya.

Terutama sosok Jenderal Sudirman yang begitu cintanya pada tanah air Indonesia sampai2 walau sudah menjalani operasi pengangkatan sebelah paru2nya tapi tetap memimpin angkatan perang RI pada waktu itu untuk bergerilya karena ingin memberi contoh pada rakyat dan bawahan2nya.Jenderal Sudirman memang orang yang mulia dan bersikap rendah hati,ini juga bukti bahwa orang yang rendah hati akan menimbulkan sikap rela berkorban dan tidak egois memikirkan kepentingannya sendiri.Jenderal Sudirman memang pendiam,salah satu ucapannya,”Saya lebih suka menunjukkan tindakan nyata daripada ucapan2 saya..”.Rendah hati menimbulkan sikap sabar,dan sikap sabar menimbulkan semangat menunaikan tanggung jawab dengan sebaik2nya.

Jenderal Sudirman(tampak memakai blangkon dan bertongkat)

yang pemberani dan rendah hati.

Kalau kita lihat justru yang pemalas malah yang tinggi hati dan suka pamer.Sikap ini makin diperparah dengan sikap rendah diri yang terselubung(minder).Memang kenyataannya orang yang rendah diri berawal dari sikap putus asa karena merasa gagal memenuhi kenyataan yang diakibatkan oleh ketinggian hati tersebut.

Orang yang rendah hati malah sebaliknya,karena mampu stabil emosinya dan mengerjakan segala kewajibannya dengan ikhlas,otomatis ia akan mudah naik derajatnya dan berprestasi.Karena itu saya selalu mengingatkan diri saya kalau saya ini bukan siapa2 kalau tidak karena karunia dan rahmatNya.

Lebih dari itu orang yang rendah hati berarti dia bersifat eling(waspada dlm bhs jawa),tapi orang yang tinggi hati akan gampang lengah dan mudah terpengaruh oleh godaan yang menjurus ke arah yang tidak baik.Karena saya orang jawa asli,jadi saya terbiasa untuk sabar dan rendah hati(sudah tradisi kali ya).

Rendah hati memacu keuletan dan ketekunan, tinggi hati menimbulkan kelengahan dan merasa hebat sendiri padahal tiap hari kita harus lebih baik dari hari kemarin(kalau tidak lebih baik atau malah lebih jelek maka kita akan merugi).Ini juga bukti bahwa orang yang rendah hati pasti menghargai waktu sebagai salah satu karunia dari Yang Diatas.Sebab kita tidak tahu kapan nafas kita akan berhenti dan maut menjemput kita.Hargailah waktu kita.Itu tanda kita orang yang berbakti kepadaNya.

Orang yang rendah hati juga memiliki rasa bersyukur yang tinggi,dibuktikan dengan dia tidak pernah absen waktu beribadah.Rasa tanggung jawab dan disiplin juga tumbuh dari kerendahan hati bahwa kita ini bukan siapa2,suatu saat akan dipanggil olehNya.

Takabbur dan Ujub (kagum pada dirinya).

“tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinnya terdapat kesombongan sebesar biji sawi. Dan, tidak akan masuk neraka orang yang dalam hatinya terdapat keimanan sebesar biji sawi.” (HR.Muslim).

Oleh karena itu milikilah kerendahan hati.Pasti hidup kita akan lebih baik.Semoga.Amin.amin.amin.

Takabbur dan takjub (kagum) dengan dirinnya sendiri termasuk dosa yang membinasakan. Obat takabbur  adalah tawadhu (rendah hati). takjub kepada diri sendiri akan menghapuskan amal shalih serta menyebabkan seseorang mendapat siksa didunia dan di akhirat.

“Sifat ujub adalah kekagumanmu pada dirimu sendiri, sehingga kita merasa bahwa kita lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dari saudara-saudara kita yg lain. Ujub (kagum) itu dapat memicu kita untuk melupakan dosa dan meremehkannya. Pelakunnya tertipu dengan dirinya sendiri, dengan pendapatnya dan  merasa aman dari laknat Allah beserta siksanNya. ia merasa hebat, memiliki kedudukan disisi Allah, berjasa pada dirinya sendiri, merasa memiliki hak berbuat segalannya karena amal shalihnya. Dibalik itu sesungguhnya Ia lupa bahwa itu semua adalah nikmat dan karunia pemberian Allah semata

Ujub (kagum) menyebabkan dirinnya suka memuji dirinnya sendiri, menyangjungnya, menganggapnya lebih baik dari pada pihak lain dan bahkan menganggapnya suci. Allah melarang seseorang yang menganggap suci dirinya sendiri.

“maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (An-Najm {53}: 32).

Siapapun yang merasa takjub dengan dirinnya sendiri, pendapatnya, kemampuannya, amal, pikirannya, dll, hal itu akan menghalanginnya dari mengambil manfaat, saran, kritik, dan nasehat dari orng lain. Ia merasa hebat, keren, pintar, dan menganggap remeh orng lain dimana apabila ada ide atau karya orng lain yg lebih baik ia tidak menyukainnya dan menganggap orng itu bodoh,remeh, rendah, dll.

Rasulullah bersabda :

“Taburkanlah tanah ke muka orang yang suka menyanjung”

Ujub (kagum) termasuk sifat yang membinasakan. Sebab itu adalah perbuatan setan, setan yang selalu ingin menyesatkan manusia. Setan  menjamin jika seseorang sudah terjangkiti sifat itu, ia akan mudah melakukan dosa-dosa yang lain yang disukai setan itu.

“sesunguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinnya.” (Asy-Syams {91} :9-10)

Semoga kita dijauhkanoleh Allah dari sifat dan tingkah laku ujub ini

:D :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s